








Kehebatan Galaxy S4, bisa dikatakan jauh melebihi smartphone milik Apple, iPhone 5. Ini berdasarkan aplikasi benchmark Geekbench 2, Samsung Galaxy S4 berhasil unggul jauh dari iPhone 5 dengan skor 3.163.
Adapun nilai yang didapatkan oleh iPhone 5 di pengujian ini hanya ada di angka 1.596.
Dari hasil benchmark tersebut, terlihat Galaxy S4 memang mampu mengungguli iPhone 5 dari segi perfoma. Namun, berdasarkan sebuah tes jatuh (drop test) yang dilakukan oleh situs TechSmartt, diketahui bahwa iPhone 5 lebih tangguh dibandingkan Samsung Galaxy S4.
Tes jatuh tersebut dilakukan beberapa kali dari ketinggian yang berbeda. Untuk tes ini, situs tersebut menggunakan tiga buah kamera sekaligus, yaitu kamera yang diarahkan ke si penguji, sebuah kamera GoPro yang ditaruh di aspal, dan kamera masing-masing perangkat.
Sekadar informasi, kedua perangkat tersebut masih sama-sama dalam keadaan baru.
Pengujian pertama dilakukan dari ketinggian sekitar saku celana orang dewasa. Pengujian dari ketinggian ini seperti ingin memperlihatkan, bagaimana jika perangkat terjatuh apabila dikeluarkan dari saku celana.
Hasilnya, kedua perangkat tersebut tidak mengalami kerusakan apa pun, keduanya masih bisa bekerja dengan baik. Tidak terlihat ada goresan yang terlalu berarti di bagian body Galaxy S4. Sedangkan di iPhone 5, terlihat cat casing sedikit terkelupas.
Pengujian kedua dilakukan dari ketinggian sekitar dada. Ini merepresentasikan kegiatan pengguna saat sedang mengetik SMS atau sedang chatting. Pengujian kedua ini pun tidak mengakibatkan kerusakan yang berarti bagi kedua perangkat.
Nah, baru di pengujian ketiga, tes jatuh ini berdampak besar bagi salah satu dari perangkat ini. Dijatuhkan dari ketinggian sekitar 7 kaki atau sekitar 2 meter, bagian bawah layar Samsung Galaxy S4 mengalami keretakan yang cukup parah. Sedangkan untuk iPhone 5, hanya terjadi sedikit "luka" di bagian casing. Layar perangkat tersebut tetap mulus.
Hebatnya, kedua perangkat ini masih dapat bekerja dengan baik. Ingin lebih ekstrim lagi, si penguji membawa kedua perangkat tersebut ke ketinggian 10 kaki atau setinggi lantai 1 sebuah bangunan.
Pada pengujian kali ini, Samsung Galaxy S4 gagal menunjukkan kekekuatannya. Perangkat ini retak di bagian atas layar. Hal tersebut diperparah dengan berhenti beroperasinya atau matinya perangkat tersebut.
Bagaimana dengan iPhone 5? Tidak terjadi kerusakan yang berarti, hanya ada sedikit retak di bagian bawah layar dan bagian belakang perangkat. Tidak puas dengan kondisi tersebut, si penguji kembali melempar iPhone 5 dari posisi yang sama. Hasilnya, iPhone 5 tetap mampu bertahan dengan baik.
Sebagai tahap pengujian terakhir, penguji menggilas produk ini dengan menggunakan sebuah mobil sedan. Hasilnya? Walaupun tidak didesain untuk kejadian ekstrim, perangkat iPhone 5 mampu menunjukkan ketangguhannya. Bagian layar iPhone 5 terlihat tetap mulus dan perangkat tersebut mampu bekerja dengan baik.
Dari hasil tes, terlihat iPhone 5 memang lebih tangguh dibandingkan Samsung Galaxy S4. Namun, satu hal yang harus dicatat, keduanya tidak didesain untuk kondisi ekstrim, sehingga hasil dari tes tersebut akan sangat jarang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. [kps]
Terobosan baru yang dilakukan perusahaan asal Finlandia adalah dengan menjangkau semua segmen pasar dalam strategi penjualan ponsel pintar Windows Phone. Untuk segmen menengah ke bawah, Nokia baru saja merilis Lumia 520 di ajang Mobile World Congress (MWC) 2013 di Barcelona, Spanyol.
Lumia 520 merupakan penerus dari Lumia 510. Bedanya, Lumia 520 telah menggunakan sistem operasi Windows Phone versi 8.


Layar sentuh membuat smartphone mudah digunakan dan mengubah komputer tablet dari produk yang tersegmentasi menjadi produk teknologi yang paling populer saat ini.
Jadi kenapa komputer Anda tidak ikut memanfaatkan teknologi layar sentuh?
Bersiaplah menyambut kehadiran komputer generasi terbaru yang dilengkapi dengan layar sentuh, dan di produk-produk tertentu, mengusung desain convertible radikal yang bisa berfungsi sebagai sebuah tablet sekaligus sebagai sebuah notebook.
Revolusi layar sentuh ini diawali dengan kemajuan perkembangan software dan hardware.
Sistem operasi Microsoft Windows 8 yang baru diluncurkan khusus diciptakan untuk interaksi melalui sentuhan dengan antar-muka baru yang menarik bagi pengguna serta generasi aplikasi yang mendukung fitur-fitur berbasis sentuh baru yang akan muncul di kemudian hari.
Menghadirkan berbagai keunggulan layar sentuh sebagai bagian dari pengalaman ‘komputasi sehari-hari’ akan menjadi gelombang berikutnya dari perangkat-perangkat Ultrabook yang tipis dan ringan namun sangat bertenaga berkat prosesor Intel Core generasi ke-3 di dalamnya.
Anda akan menemukan fitur layar sentuh pada berbagai tablet dan notebook convertible serta pada desain-desain tradisional clamshell, perangkat all-in-one dan komputer-komputer dekstop.
Sebagian besar produk-produk tersebut memiliki desain yang pasti akan memikat konsumen, beberapa dibuat untuk memenuhi kebutuhan bisnis, dan beberapa lainnya bisa untuk memenuhi kebutuhan konsumen maupun korporat.
Menurut Intel ada lebih dari 40 varian desain Ultrabook dengan layar sentuh yang akan diluncurkan oleh para produsen, termasuk 10 desain convertible.
Hadirkan yang terbaik dari dua dunia
Intel, sebagai perusahaan yang mencetuskan ide Ultrabook, telah mendemonstrasikan beberapa perangkat konsep desain convertible yang bisa digunakan sebagai tablet saat diinginkan dan menjadi notebook saat dibutuhkan.
Salah satu perangkat konsep ini adalah perangkat yang awalnya tampil layaknya sebuah tablet tapi dengan layar yang dengan cepat bisa digeser tegak untuk memunculkan keyboard-nya–dengan layar yang bisa disentuh.
Ultrabook tidak hanya diperuntukkan untuk desain clamshell konvensional. Dengan bukti dari perangkat-perangkat konsep desain tersebut, kami mendapatkan pemahaman tentang cara terbaik memanfaatkan keunggulan hardware dan pengalaman interaksi sentuh di Windows 8.
Intel sangat antusias dengan teknologi sentuh ini dan belum lama ini telah mengumumkan kerjasama dengan tiga perusahaan pemasok utama komponen pendukung teknologi ini untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan akan teknologi layar sentuh yang terus meningkat.
Kami melihat teknologi layar sentuh ini akan memainkan peran yang penting dalam pengalaman komputasi di masa depan.
Keyboard, mouse, dan interaksi sentuh
Mungkin sulit membayangkan orang akan menyentuh dan menggeser tampilan pada layar komputer mereka menggunakan jari. Sampai saat ini, layar komputer dianggap sebagai area yang ‘tidak boleh disentuh’ agar terhindar dari noda dan sidik jari.
Tapi hal yang sama dulu juga dikatakan tentang perangkat smartphone sebelum terjadi ledakan perangkat berlayar sentuh, seperti smartphone yang lalu diikuti dengan tablet.
Sama halnya dengan peran mouse, yang sejak debutnya mulai pertengahan 1980an telah menjadi perangkat alternatif untuk bisa berinteraksi dengan PC yang kadang-kadang – tidak selalu – lebih nyaman dibandingkan menggunakan keyboard.
Awal tahun ini Intel meluncurkan sebuah program riset mendalam untuk mempelajari bagaimana pengguna PC dari berbagai segmen memanfaatkan laptop yang dilengkapi layar berbasis sentuh dan sistem operasi Windows 8.
Hasilnya? Pengguna menghabiskan 77 persen waktu menyentuh layar laptop mereka sembari melakukan tugas-tugas lainnya, seperti berselancar di web, menonton video online, melihat dan mengedit foto, serta menyesuaikan konfigurasi laptop mereka.
Tentunya tidak banyak yang yakin bahwa teknologi layar sentuh di PC akan menggantikan fungsi keyboard dan mouse sepenuhnya. Sentuhan hanyalah sebuah alternatif lain untuk berinteraksi dan mengendalikan komputer, metode yang mungkin cocok untuk tugas-tugas dan software-software tertentu.
Sentuhan yang alamiah
Kebiasaan menggunakan layar sentuh di mesin-mesin ATM, alat-alat penjualan, dan terakhir telepon seluler serta tablet, tentunya tidak lagi membuat pengalaman menyentuh layar laptop untuk berinteraksi dengan PC sebagai sesuatu yang aneh.
“Banyak pengguna mengatakan bahwa teknologi sentuh pada laptop adalah hal yang intuitif, menyenangkan, menyatu, dan membebaskan mereka dari mouse dan trackpad, khususnya ketika mereka bisa melakukan hal-hal seperti menyentuh layar untuk menggulirkan ke atas dan ke bawah, serta bernavigasi antar tugas,” ujar Daria Loi, seorang user experience manager di Intel yang memimpin riset tersebut.
Loi melihat banyak pengguna yang memiringkan layar laptop dan menggunakan ibu jari mereka untuk menyentuh kedua sisi layar, mirip dengan cara menggunakan tablet dan smartphone. Ia juga melihat pengguna melakukan sejumlah sikap tubuh lainnya, seperti menyandarkan satu siku di meja atau lengan kursi sementara menyentuh layar dengan tangan lainnya, atau bergantian menggunakan tangan kanan dan kiri untuk bernavigasi dengan sentuhan.
Tidak hanya terbatas pada fungsi utama Windows 8, aplikasi-aplikasi yang ada juga diharapkan dapat mengintegrasikan berbagai fitur sentuh yang nyaman. Berselancar di web dan bermain game adalah dua alasan utama kehadiran elemen sentuhan di luar keyboard dan mouse.
Sentuhan juga bisa meningkatkan pengalaman mengerjakan foto dan grafis, dari sekedar memindahkan foto ke album hingga proses menambahkan tekstur, gradient, dan berbagai efek lainnya. Nantikan juga software editing video yang dikendalikan jemari untuk proses memilih, memotong dan menambahkan transisi.
Sementara keyboard dan mouse akan tetap menjadi peralatan utama untuk kebutuhan pengolahan kata, teknologi sentuh akan hadir untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan grafis dan layout.
Spreadsheet juga adalah aplikasi lainnya dimana fungsi sentuh bisa meningkatkan kemudahan pembuatan dan pengeditan bagan dan tabel, terutama yang berkaitan dengan visualisasi data.
Menggunakan Logika
Salah satu keunggulan utama dari perangkat Ultrabook berbasis layar sentuh, termasuk tablet dan berbagai komputer lain yang menggunakan chipset dari Intel, adalah selain dapat menjalankan aplikasi Windows 8 yang telah mendukung fitur layar sentuh, perangkat-perangkat tersebut juga bisa menjalankan 4 juta aplikasi Windows desktop lainnya yang yang sudah dimiliki–serta berbagai perangkat tambahan lain seperti printer dan kamera.
Tidak ada yang suka saat dipaksa melepaskan sesuatu agar dapat menikmati keunggulan-keunggulan yang ditawarkan teknologi terbaru. Perangkat-perangkat berbasis Intel akan menghadirkan pengalaman terbaik menggunakan Windows 8 – sementara semua aplikasi dan perangkat yang telah dimiliki sebelumnya bisa tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Di dalam generasi terbaru Ultrabook
Spesifikasi Intel untuk Ultrabook terbaru yang diperkuat prosesor Intel Core generasi ketiga, menyediakan ‘resep’ tepat untuk kegiatan komputasi mobile yang lebih kaya.

Tablet PC sudah lebih dari sekadar perangkat untuk berinternet. Banyak pengguna yang menyimpan data pribadi seperti foto, musik, ataupun video dalam perangkat andalan mereka. Bahkan tak terkecuali file urusan kantor.
Namun seperti diketahui, fitur personalisasi yang dapat meningkatkan keamanan dan menjaga hal privat di perangkat tablet PC masih belum sekuat di komputer (PC atau notebook).
Nah, celah inilah yang coba diisi Windows 8 kala terjun ke ranah tablet PC. Mereka mengklaim personalisasi tablet Windows 8 akan lebih secure (aman).
"Tablet Windows 8 dipastikan memiliki keamanan personalisasi melalui fitur Windows Log On," tegas Andreas Diantoro selaku Presiden Direktur Microsoft Indonesia di sela peluncuran Windows 8 di Jakarta, Sabtu (27/10/2012).
Ia menambahkan, fitur Log On sebenarnya sudah ada pada versi-versi Windows sebelumnya. Namun sistem operasi untuk tablet yang pertama menggunakan fitur ini adalah Windows 8.
Fitur Log On adalah profil personalisasi yang selama ini ada pada Windows yang mana mengharuskan pengguna memasukkan password sebelum masuk ke tampilan desktop.
Namun bila pengguna ingin meminjamkan tablet miliknya ke pengguna lainnya, pemilik tablet hanya perlu mengaktifkan fitur guest atau membuat akun lain pada perangkatnya.
Dengan begitu data rahasia/privat yang ada pada perangkat tablet hanya dapat diakses oleh pengguna yang memiliki otorisasi.
Selain itu kelebihan tablet yang menggunakan Windows 8 adalah terkait keberadaan software anti virus yang sudah terintegrasi di dalamnya, yakni Windows Defender. 
Dengan adanya anti virus ini, Microsoft mengklaim bahwa pengguna tablet Windows 8 sudah terlindungi dari ancaman virus sejak tablet tersebut pertama kali digunakan.
Namun bila pengguna ingin menggunakan antivirus lain, secara otomatis Windows Defender akan ter-disablesesaat setelah anti virus lain diinstal.
Sebaliknya, bila anti virus lain tersebut dinonaktifkan (uninstal), dengan sendirinya Windows Defender akan aktif kembali. [detik]
All About Techno, Internet and Unique
Return to top of page
Copyright © 2013 | HOT-Techno - All Rights Reserved 